cerpen
Penyesalan seorang santri Dipagi hari dikala sang fajar masih tertidur,bel keras terdengar menandakan seseorang yg melintasi rel.waktu itu aku dan orang tuaku baru datang dari Jakarta karena ingin memondokkanku .terlihat sosok pria berwajah setengah tua dengan memakai peci hitam dan memakai baju takwa berwarna putih dengan mengendarai sepeda motor. “kak rumahnya jauh dari sini?”ucapku kepada kakak iparku “ masih jauh ki depan rumah sakit muhammadiyah “sahut pria berpakaian putih “sampean berangkat dulu sama rifky ini bawa barang barangnya”kata bapakku sambil menyuguhkan barang barangya Motor biru yang usianya sudah 15 th dikemudikan bersama ku menuju lokasi.sesampai dilokasi Nampak terlihat masjid muhammadiyah lamongan,sampai dirumah kuketukkan pintu dan terlihat seorang wanita berpakaian daster merah sambil menggendong anaknya sambil mengucapkan salam kepadaku. “assalamu alaikum bak!”salamku sambil mengetuk pintu “wa’al...