cerpen



Penyesalan seorang santri
Dipagi hari dikala sang fajar masih tertidur,bel  keras  terdengar  menandakan seseorang    yg melintasi rel.waktu itu aku dan orang tuaku baru datang dari Jakarta karena ingin memondokkanku .terlihat sosok pria berwajah setengah tua dengan memakai peci hitam dan memakai baju takwa berwarna putih dengan mengendarai sepeda motor.
“kak rumahnya jauh dari sini?”ucapku kepada kakak iparku
“ masih jauh ki depan rumah sakit muhammadiyah “sahut pria berpakaian putih
“sampean berangkat dulu sama rifky  ini bawa barang barangnya”kata bapakku sambil menyuguhkan barang barangya
Motor biru yang usianya sudah 15th dikemudikan bersama ku menuju lokasi.sesampai dilokasi Nampak terlihat masjid muhammadiyah lamongan,sampai dirumah kuketukkan pintu dan terlihat seorang wanita berpakaian daster merah sambil menggendong anaknya sambil mengucapkan salam kepadaku.
“assalamu alaikum bak!”salamku sambil mengetuk pintu
“wa’alaikum salam ki!”ucap seorang wanita sambil membukakan pintu dan bersalaman
“mana bapak dan emak ki?”sambil menolehkan kepala tanda memastikan keadaan
“masih dijemput kak yus distasiun dapur,rumah loe disini bak?”iyalah ki emang dimana lagi kalau bukan disini?”
Selang beberapa lama terdengar desingan motor biru yang dikendarai kak iyus  dengan barang bawaan yang teramat banyakdisusul dengan becak motor yang berpanumpang bapak dan emakk.
“ki !! ini barangnya bawa kedalam bantuin kak iyus tuh!”sapa bapakku sambil menunjukkan barang bawaan
“iya pak!”sahutku
Aroma masakan didapur membuatku terasa sangat lapar.masakan pun jadi untuk dihidangkan kepada emak dan bapak yang berada diruang tamu.
“Loe bias masak bak jia?”sahutku sambil menepuk pundaknya
“iyalah gua sang master chef “sambil tersenyum sambil membawa masakan
“mana fahmi ya?”ucap bapakku mencari cucunya
“tidur pak abis saya suapin”
“masak apa ya?”Tanya ibuku
“ini mak lodeh sama ikan pindang”
“mandi sono ki”perintah bakku
“iya!”
Aku pun menuju kamar mandi yang terletak di belakang dekat dapur.setelah mandi terlihat bapak,emakku,kak iyus sedang membicarakan tentang pondok pesantern diruang tamu.
“rifky cocoknya dipondokkan dimana?”Tanya bapakku
“dilangitan babat?”sahut seorang wanita sambil menunjukkan brosur
“tapi kalau dibabat gak ada sekolahnya pak”sahut wanita tadi
“kalau dirumah saya gak yakin ,soalnya dia pernah pakai narkoba”ucap pria usia 60th sambil mengerutkan dahinya
“pernah dulu waktu pulang malam,dia jalannya lenggak lenggok trus matanya merah banget kaya orang ngantuk”ucap pengakuan wanita yang berusia 40th dengan nada marah
“coba kalau dirumah,mau jadi apa dia?”sambil melihatku
“ya enakan dipondokin aja mak kalau kaya gitu”ucap embakku jia
“pernah juga dulu waktu pulang dari warnet saya marahin karena make begituan kata anaknya sobri”pengakuan bapakku
“nah begini aja pak saya punya saudara dipondok suci.rifky sama bapak pondokkan disana saja.suci itu pondokknya ketak banget lho pak,trus disana juga terkenal pondok bahasa.insya allah besok ketika lulus bias menguasai bahasa arab dan inggris”kata kak iyus
“tapi pendaftaran murid baru itu kapan?”Tanya bapakku
“kalau penerimaan santri baru dibuka,saya konfirmasikan ke saudara saya untuk pemberitahuannya lebih lanjut”sahut kak iyus
“ya sudah!”ucap bapakku pasrah
Akhirnya rencana sudah terselesaikan .tinggal menunggu pemberitahuan dari saudara kakak iparku.ketika berkunjung kesana betapa terkejutnya aku setelah melihat gedung gedung menjulang tinggi seakan mencakar langit seperti negeri paman sam yang terletak di new York city.
“Ini kak pondoknya?”sambil menunjuk kearah gedung gedung yg menjulang tinggi itu
“Iya ki!”
Sampailah kami disana,dan sepeda biru diparkir didepan komplek alm maliky.kakak iparku bertanya kepada setiap santri yang berjalan didepan komplek al maliky.
“mas sampean kenal oni?”bertanya kakak iparku dengan logat yang halus
“Kelas berapa pak?”Tanya santri yang ditemui kakak iparku
“kelas tiga aliyah”sambil tersenyum
“oh!!! Masih sekolah pak,sampean tunggu aja sebentar lagi pulang kok”dengan logat santri yang sangat sopan
Selang beberapa menit terlihat segerombolan santri yang berpakaian batik biru dengan celana putih dan membawa kitab yang dipeluk didadanya.terlihat santri yang mengarah kepada kami berdua dengan badan yang ideal.
“ada apa cak?”ucap mas oni sambil bersalaman kepada kami berdua
“kapan pendaftaran santri baru dibuka? “
“tahun besok cak,soalnya kalau mondok disini di waktu pertengahan seperti ini ada testnya cak.kalau tidak bisa diulang kembali cak”Tanya pemuda itu
“begini aja cak kalau pendaftaran santri baru saya kabari lewat telpon gimana?sambil membentuk tangan menyerupai telpon
“ Oh yaudah!!”
“iya cak!!”
“assalamualaikum cak”ucap pemuda itu sambil bersalaman
“wa’alaikum salam”
Waktu sudah berjalan satu tahun,tak terasa aku sudah menjadi santri.pahit manisnya menjadi santri sudah kujalani dngan ikhlas semata hanyahanya karna menuntut ilmu.disore hari ketika santri sibuk membereskan pakaiannya karena baru sampai dilokasi.aku mempunyai teman yang berasal dari dari bermacam macam daerah.kamarku berada di komplek al maliky kamar 24.kakak iparku membawa koper yang berisikan baju kelantai dua al maliky.suasana yang ramai disertai percakapan dengan logat daerahnya berasal.koperku pun diletakkan didepan kamar 24 MAU(madrasah aliyah umum),kakakku pun mengenalkan aku dengan santri yang lainnya.
“assalamualaikum”salam kakak iparku kepada segenap penghuni kamar
“wa’alaikum salam”salam serempak para penghuni kamar 24
“perkenalkan ini rifky bachtiar dari Jakarta”sambil menunjuk kearah aku yang sedang membaa koper
Aku pun bersalaman kepada seluruh penghuni kamar 24,terlihat satu orang yang berjenggot dengan seorang anak yang disertai canda tawanya
“mas siapa namanya ya?”Tanyaku penasaran dengan jenggotnya
“aku refa manshuri dari menganti gresik”ucap pemuda berjenggot itu sambil tersenyum
“sampean kok tua amet sih fa?”sambil menepuk pundaknya
“iyalah meskipun saya tua,tapi saya masih belia lho”ucap refa sambil memegang jenggotnya
“Emang usia kamu berapa?”Tanyaku penasaran
“ah muda kok Cuma 17th”jawab refa dengan nada sombong
Ditengah obrolan tersebut,ku dapati satu kata yang dikenang sampai sekarang ini yaitu ia memberi julukan mr bean kepadaku karena kata refa aku mirip dengannya.itu pengakuan dari refa manshuri seorang santri yang bertubuh gemuk dengan jenggot yang sampai ketelinga,sehingga anak anak akrab memanggilku mr bean.
“ki kok kamu mirip sama mr bean yang di tipi sih?”ucap pemuda berjenggot dengan menahan tawanya
“ah enggak kamu salah liat paling”sambil menepuk pundaknya
“Wey anak anak rifky kan mirip mr bean ya?teriakan refa sambil menunjuk kearahku
“iya!”jawab santri serempak
Tak terasa waktu sudah berjalan satu bulan lebih.aku juga kenal sama temanku yang bernama syifau mudzaki.dia adalah temanku semasa aku mengaji dilamongan.syifa juga kenal dengan anak yang bernama hadi.ketika aku mengenal hadi dan syifa hidupku berubah menjadi 80% menjadi nakal.maklum hadi adalah seorang anak jalanan yang biasanya nongkrong dipasar tuban bersama temannya sambil mabuk.syifa pun  mengenali aku dengannya didepan kamarnya,ketika itu santri selesai terawih dan kembali kemarnya masing masing.
“bean ini teman aku namanya hadi”celoteh syifa kepadaku sambil memegang tangan aku dengan hadi
“kamar kamu dimana di?”Tanyaku
“kamar 22 bean,kalo kamu?”Tanya hadi
“saya kamar 24”ucapku sambil menunjuk kearah kamar yang bertuliskan 24
“ya kalau liburan juga boleh maen kerumah ku”ucap hadi sambil tersenyum
“insya allah deh entar saya berdua kesana sama syifa”sambil menunjuk syifa
“iya dah saya tunggu !”ucap anak lelaki yang bernama hadi tersebut
Dan pada malam hari hadi dan syifa mengajakku untuk merokok dibelakang mushalla syafi’I,aku juga ingin merasakan hisapan dari chigarette tersebut karena aku juga termasuk pecandu rokok ketika lulus mts.
“bean ayo ikut saya”sambil menarik tanganku
“emangnya mau kemana?”bertanya saya dengan nada kebingungan
“sudahlah ikut aja”dengan nada agak lantang
Hadi pun menuntunku sampai kemushalla syafi’I.ketika sampai  mereka pun masuk kelubang tersebut.lubang tersebut terletak disebelah kiri,lubang itu bekas pintu yg di tutup dengan sebuah papan.aku pun mengukutinya bertiarap memasuki lubang yang hanya muat satu orang yang kurus.ternyata ia mengajakku merokok di tempat tersebut,kedua anak tersebut menyuguhkan sebuah rokok kepadaku.
“bean iki lho isap”ucap hadi sambil menyuguhkan rokok kepadaku
“ya setiap hari aku sama syifa nongkrong di bean”ucap anak yang menghisap seputung rokok dimulutnya
“Ternyata gak dirumah aja kamu merokok ya?”tanyaku
“iyalah bean status kita kan santri,pasti kalau izin keluar pondok susah”kata hadi sambil menyebul rokok tersebut
Dimalam itu kedua temanku dan aku pun terlena dengan hisapan rokok tersebut,seperti melayang laying keatas awan.keesokan harinya ketika malam hari pun aku dan kedua temanku berencana untuk mencari hiburan diluar pondok,dengan cara melewati ventilasi yang berada di kamar mandi al maliky,ketika itu dikamar mandi ramai dengan santri yang sedang mencuci baju.
“disini tempatnya syifa?”menunjuk kearah ventilasi yang muat dilewati santri
“ayo bean!!”ajakan kedua temanku
Setelah kedua temanku berjalan kearah barat menuju kerumah pak tar, berjalan keutara yang terdapat gang jalan keluar menuju jalan raya.
“dimana kok gak ada giras sih?”ucap hadi sambil menggaruk kepala
“jalan aja terus entar juga ketemu “kataku sambil berjalan kearah pongangan
“mana kok sepi sih?”langkahku berhenti dipinggir jalan dekat makam
“ayo kembali aja!!”ucap syifa sambil berjalan kearah pondok
“sia sia donk udah keluar tapi tidak ada hasil”ucap hadi karena geram dengan prilaku syifa
Ketika kami berjalan kembali kearah pondok,tak jauh dari tempatku melangkah ,terlihat giras yang buka dengan pintu ditutup sedikit.akhirnya kita masuk pada giras tersebut.
“pak kopi 3!”sambil menujukkan jari dengan angka 3
“tunggu sebentar ya?”sambil membuatkan kopi
“Ini kopinya dek!”ucap penjual sambil menyuguhkan kopi
“pak rokoknya ada,pak?”ucap syifa
“ada ini!”sambil memberikan kaleng yg berisikan rokok
Sesudah aku merokok ,aku dan temanku kembali kearah pondok untuk kembali ketempat semula,ketika saya dan teman saya keluar,terlihat cak komar pengurus kamarku yang sedang mencuci sepatu.dia menyapaku.
“enggak tidur bean?”Tanya cak komar yang sedang mencuci sepatu
“habis ini cak!”
“aku tidur dulu ya ngantuk”ucap syifa yang sedang menguap
“iya”jawabku
Ketika hari menunjukkan pukul 7 pagi,yang mana pada waktu itu para santri sedang mandi dengan wajah menahan kantuk karena tadi malam bergadang dengan temanku.sesudah itu aku memakai baju untuk berangkat kesekolah.sebelum berangkat aku sarapan dengan temanku dengan menggunakan nampan.itu adalah tradisi santri ketika makan.sesudah makan waktunya kembali kekelas aku berjalan menuju kearah kelas ,terlihat pak usman dengan wajah tampannya mengajar kelas X-6.aku pun telat masuk kelas.
“assalamualaikum”salamku
“wa’alaikum salam”jawab pak usman sambil menyuguhkan tangannya untuk disalimi
“duduk!”sambil menunjukkan jarinya tepat di bangku yang kosong
Pak usman pun berjalan menuju meja yang ada seseorang yang tertidur,beliau pun menggedor meja dengan keras.
“bbrrrrrk!”suara gedoran meja pak usman
“kenapa kamu tidur?”Tanya pak usaman dengan  nada geram
“ngantuk pak!”jawab santri tersebut sambil garuk garuk kepala
“coba jawab ini.i’rob ada berapa?”Tanya pak usaman
“enggak tau pak!”jawab santri tersebut sambil garuk garuk kepala
“sini kamu!”panggilan pak usman kepada anak itu
                wajah anak itu diusapkan penghapus sampai tak berwujud.dengan nada marah pak usman menasehati anak itu.
“lain kali jangan tidur ya?”nasehat pak usman
“tidur jam berapa kamu?”Tanya pak usman
“jam sebelas pak!”Tanya santri tersebut dengan wajah menyesal
Bel pun berbunyi pertanda waktunya pulang kekomplek masing masing untuk persiapan sholat dzuhur .sesudah sholat dzuhur para santri ada yang mengambil jatah makan siang dan da juga yang mengobrol dikamar,termasuk aku dan refa mengobrol dikamar.
“Bean kamu enggak makan?”Tanya refa kepadaku
“lagi gak mood fa!”jawabku sedih
“kenapa kamu sedih?”Tanya refa dengan nada antusias
“saya kena penyakit fa!”
“sakit apa?”Tanya untuk memastikan
“gitu aja cengeng!”ejekan refa
“entar dulu saya kan belum ngomong!”
“sakit scabies ditangan  fa”sambil menunjukkan tangannku yang berlumuran nanah
“kenapa kamu gak pulang aja?”Tanya refa
“mau nelpon kenapa fa?”Tanyaku dengan nada kesal
“Minta nelpon kepengurus aja,kaya cak komar
“Megang hp gak dia?”tanyaku dengan nada sedih
“coba Tanya dulu”
Saya mencari cak komar untuk meminjam hp.setelah mencari ,datang seorang mulahid berkaca mata menggunakan jaz inkafa masuk kedalam kamar.
“cak ada pulsanya buat nelpon?”tanyaku
“iya ada bean!”sambil menganggukan kepala
Aku memencet beberapa nomor di hp tersebut ,ku dekatkantelingaku pada lubang yang berada di atas layar handphone,terdengar suara wanita berusia 23th.
“bak gua pengen pulang!”ucapku dengan nada sedih
“emang kenapa?”Tanya bakku penasaran
“tangan gua kena gatel gatel nih!”jawab dengan nada kesal
“iya biar besok dijemput kak iyus”
“yaudah gua tunggu”
“assalmualaikum”
“wa’alaikum salam”
“ku berikan hp kepada cak komar ,pagi itu aku dijemput oleh kakakku.akhirnya aku pulang juga,dengan surat izin yang mengizinkan dpartemen keamanan.ketika aku dirawat dirumah,sakitku pun berakhir karena diberi obat dan salep dari dokter.3hari sudah aku dirawat dirumah,waktunya kembali kepondok untuk melanjutkan perjuanganku.pada pagi itu  kakakku mengantarkan aku kembali kepondok.ketika masuk kamar ternyata temanku menyambutku.
“woy Mr bean udah dateng!”teriak salah satu temanku dengan nada keras
“mana oleh olehny?”Tanya refa dengan memegang tasku
“gua enggak bawa,sorry ya?”jawabku sambil tersenyum
“bean bean udah tungguin tungguin tapi enggak ada hasilnya”ucap refa dengan nada kecewa
Belpun sudah terdengar ,pertanda waktu belajar akan dimulai.terlihat santri membawa sebuah kitab dipelukannya.pak usman pun datang dan memasuki kelas untuk memasuki kelas X-6.
“assalamu alaikum”salam pak usaman
“Wa’alaikum salam”jawab santri serempak
“kemana semua teman temanmu?”Tanya pak usma kesalah satu santri
“oh masih sarapan didapur pak”jawab salah satu santri
“Ini sudah waktunya masuk,tapi kok masih ada yang sarapan?”Tanya pak usman dengan nada kesal
“ya sudah ayo kita mulai pelajaran”sambil membuka kitab
“I’rob ada berapa?”Tanya pak usman
“dua pak”jawab santri itu dengan pedenya
“iya kamu benar,tapitetapi jawabannya ada lima,kamu berhak mendapat hadiah”
Sambil memukulkan penghapus kekening santri tersebut
Bel berbunyi pertanda berakhirnya aktivitas belajar mengajar ,terlihat para santri dengan wajah kusamnya akibat tertidur dikelas dengan memeluk  kitab didadanya.dan berjalan kearah kompek masing masing untuk menunaikan shalat dzuhur.pada malam itu aku pun diajak ketempat base camp,aku mengikuti langkahnya sesampai di mushalla syafi’I aku bertemu temanku sedang berjejer sambil merokok.
“wah tambah sip aja”pujiku
“kalau rokoknya tanpa kopi itu gak enak”jawab hadi sambil menepuk pundakku
“kok kamu kayanya pusing gitu?ada apa?”Tanya ku
“Saya gak kerasan dipondok”keluh hadi
“emang kenapa kok gak kerasan?”tanyaku menghibur
“aku kena takzir terus,sama teringat rumah.kurasa dipondok ini tidak asyik”jawabnya sedih
“aku juga merasakan hal yang sama seperti kamu,tapi aku harus betah tinggal disini karena hanya mencari ilmu”jawabku menghibur
“Udah jalanin aja,suatu saat pasti ada hasilnya.berakit rakit dahulu berenang renang ketepian itu kata pepatah”
Waktu malam itu sangat dingin hadi mengajakku kembali kekamar untuk tidur,ketika ketika aku tiarap kelubang untuk masuk ternyata ada keamanan yang membawa senter menyorotiku.sontak aku langsung ambil posisi tidur seperti santri yang lainnya.aku panic temanku masih berada di dalam.keamamnan itu pun berjalan kearahku untuk memastikan keadaan.tak lama keamanan itu itu pun kembali.temanku pun keluar dari dalam lubang,aku langsung bercerita tentang tragedy tadi.
“di hadi tadi ada keamanan pas tadi aku keluar dari lubang.untung saja aku tidak ketahuan”jawabku dengan panic
“makanya langsung tidur jangan keluyuran”jawab hadi
“coba kalau kena pasti kamu digundul”ucap hadi kesal
Pagi hari dikala ayam berkokok,aku merasa tidak enak badan,akhirnya aku memutuskan untuk masuk keruang UKP ruang untuk perawatan orang sakit.disana terlihat dua temanku berada disana.
“sakit apa kamu?”
“Muntah muntah”jawab temanku
Aku melihat rambut temanku gundul seperti bencana alam yang longsor.aku mendekati temanku itu dengan menanyakan penyebabnya.
“Kenapa kok kepala kamu gundul?”jawabku mengejek
“aku terinspirasi sama dom fast to furious”jawabnya sambil tertawa
“makanya jadi santri yang benar jangan bandel kasian orang tua kamu”ceramahku seperti khutbah jum’at
“emang kamu sudah benar sih?”sambil tertawa menghina
“kamu nilai aku gimana?”jawabku
“udahlah tidur kamu kan sakit”celoteh temanku memarahiku
Ketika aku sedang membaca komik konan ternyata temanku memanggilku untuk menghadap keamanan karena aku dipanggil olehnya karena temanku memberitahuku bahwa aku pernah merokok.keamanan tersebut bernama thohir,aku takut karena keamanan pada jaman itu terkenal sangat ganas seperti mafia.

“cung kamu ngerokok ya?”Tanya keamanan itu dengan mengepal tangannya
“iya cak”jawabku dengan nada gugup
“ya sudah ayo ke kantor keamanan”perintah keamanan dengan tegas
Sesampai disana aku bertemu santri lainnya yang digundul,aku pasrah.aku disuruh duduk olehnya seperti posisi seorang tahanan yang ingin di eksekusi mati karena tindak criminal.keamanan pun motong rambutku denganmenggunakan mesin rambut,akan tetapi mesin tersebut tidak tajam sehingga cara memotong rambutku menyerupai memarut kelapa.saat itu aku meneteska air mata karena baru pertama kali aku digundul,aku santri baru.saat itu aku menyesal dan tidak akan mengulanginya kesalah pertama dalam nyantri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Santri Bandel Berkarakter

essay