pergaulan bebas
Waktuku kelas 3 mts,pergaulanku sangatlah liar,karena pada waktu itu pergaulan dikampungku sudah memakai barang yang haram seperti,ganja,anggur merah,gingseng dan tramadol dll.tapi tak hanya itu pada hari minggu juga terdengar suara bising motor dari para pemuda.aku juga termasuk dalam golongan tersebut.tetapi tak hanya hal positif yang terkkandung didalam lingkungan tersebut,dari pengalaman itulah aku aku bisa mengerti bagian bagian dari kendaraan.benar kata pepatah”barang siapa yang berteman denagan orang yang berjualan minyak wangi,makamaka akan wangi pula hidupnya”.ketika seorang pemuda lain berteriak polisi maka itulah aba-aba tuk melarikan diri dari kejaran pihak berwajib.rasa gemetar dan juga gregetan bercampur menjadi satu,ketika seorang polisi mengejar.biasanya tempat balapan dijakarta amatlah bervariasi,ada yang di jb(jalan baru dikomplek bea cukai Jakarta timur),kemayoran,sunter,kelapa gading,hi(harapan indah bekasi) dll.disana tak hanya sekedar balapan saja,para pemuda juga bertaruh dengan menggunakan uang ratusan ribu bahkan kendaraan.mereka bertaruh untuk menjadi yang terbaik.tak  hanya bertaruh harta saja melainkan nyawa juga ikut bertaruh.biasanya temanku yang bernama syukron amin ini juga berjiwa racing,soalnya ia rela merogoh kocek jutaan rupiah untuk merombak motornya menjadi motor yang berkapasitas besar.motornya pun mampu melaju dengan kecepatan 120 km.motor Suzuki smash miliknya ini mampu mengalahkan motor laki yang masih standart pabrik.temanku ini pandai merawat motornya,sehingga motornya sangat enak dikendarai.akan tetapi motor tersebut tidak bisa digunakan untuk kegiatan sehari hari,karena block seker yang menipis.terlalu sering ditipiskan.sehingga motornya pun hanya digunakan ketika ajang balap liar diadakan.kenakalanku tak cukup sampai disitu saja,aku juga punya  teman yang berinisial RA.dia juga mengajakku untuk membeli ganja.karena rasa ingin tahuku besar dan dari situlah aku merasakan terjerumus dalam dunia liar.aku mencoba satu linting ganja yang baru saja dilinting oleh temanku.dan akupun membakarnya rasanya pun melebihi dari rokok pada umumnya,karena aku merasakan tubuhku “ngefly”bagaikan terbang keangkasa.pertama kali aku mencoba barang haram tersebut tak ada perubahan yang kurasakan,karena aku belum mengetahui cara memakainya.kukira aku dibohongi oleh temanku.pada keesokan harinya aku diberi tahu cara memakainya,ternyata asap yang dihisap dari lintingan ganja tersebut tak boleh dikeluarkan karena itu bisa mengurangi rasa “ngefly”kita.setelah memakai barang haram tersebut,aku merasa berhayal dan tertawa dengan sendirinya.itulah efek yang ditimbulkan dari lintingan ganja tersebut. temanku yang berinisial RA ini amatlah kuat.karena aku saja yang mencobanya sudah tak kuat berjalan karena kepalaku terasa goyang seperti bumi ini sedang bergoyang.supaya aroma yang ditimbulkan dari selinting ganja tidak tercium,temanku mengolesinya dengan susu sachet.efek yang ditimbulkan dari barang haram tersebut sudah terasa didalam tubuhku.karena pola pikirku kurasa sangatlah lambat.mataku juga memerah dan juga bengkak yang terjadi dikantung mataku.biasanya aku memberinya obat mata seperti insto.supaya mata yang memerah tidak terlihat ketika pulang kerumah.temanku yang berinisial RA tersebut pun dihajar oleh orang tuanya dan orang tuanya membawanya kerumah yang bertempat  diJakarta utara.supaya tidak menggunakan barang haram tersebut.orang tuanya mengira anaknya melakukan hal sedemikian rupa karena terpengaruh dari pergaulan kampungku.aku juga dimarahi orang tuaku karena ada yang melaporiku atas hal tersebut.aku pun dinasehati  oleh orang tuaku karena aku adalah anak lelaki,ketika kelak besar menjadi pencari nafkah dan menggantikan posisi bapakku.kalau aku ketergantungan terhadap barang tersebut maka masa depan bapak akan hancur dengan sia-sia.begitulah perkataan bapakku.orang tuaku khawatir karena takut anaknya terkena pergaulan yang sangat negative pada lingkungan dijakarta.oleh karena itu orang tuaku memutuskan untuk memondokkanku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Santri Bandel Berkarakter

essay