essay
Teknologi sahabat manusia yang seperti api.
Di era yang serba modern ini banyak
bentuk teknologi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, seperti smartphone, komputer,
kendaraan, dll. Tanpa kita sadari, kita juga ikut merasakan atas kemajuan teknologi
tersebut. Mustahil jika kita hidup di era modern ini dengan membendung kemajuan
zaman. Sekolah menengah keatas pun turut serta menghadirkan inovasi untuk
menyambutnya. Ketika peserta didik menjalani kegiatan UNAS (ujian nasional),
mereka sudah menggunakan komputer untuk mengerjakannya. Selain praktis,
kegiatan ini juga mempersingkat waktu karena peserta tidak lagi mengarsir data
peserta yang membutuhkan waktu sangat lama. Di sekolah menengah pertama pun
kita sudah disuguhi pelajaran Tik (teknologi informasi dan komunikasi). Di
dalam pelajaran tersebut kita ditemui beberapa cara pengoprasian komputer
beserta aplikasinya dengan baik dan benar. Kemajuan teknologi ini sudah mendarah daging bersama kehidupan
manusia. Para pekerja pun sudah ikut merasakan kemajuan tersebut, ketika
pekerja mendiami kantornya sudah pasti berhadapan dengan komputer. Karena
pemilik saham pun ingin mencari seseorang yang bisa mengoprasikan komputer
sebagai syarat bergabung ke perusahaannya, jadi lagi-lagi kita harus menguasai
teknologi supaya tak tertinggal oleh zaman yang bergerak maju.
Tak hanya itu situs online pun juga terlibat
di dalam kemajuan ini. Situs online juga sebagai media dakwah yang sudah
tersebar luas pemakaiannya. Seperti, Facebook, Whatsapp, Blogger, Blackberry
messenger dll. Sebagai penikmat media pasti membaca dan mengesharenya. Karena
itu tugas utama kita untuk saling tolong menolong sesama manusia. Islam pun
mengajarkannya bahwa “tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan janganlah
tolong menolong dalam kemungkaran”. Jadi pendakwah pun tak lagi repot-repot berpidato,
hanya butuh smartphone, mereka sudah berdakwah ke penjuru dunia. Kegiatan itu
sudah menolong berjuta juta umat dari kesesatan.
Sisi positif teknologi pun
sangatlah banyak, selain mempererat silaturrahmi dan berdakwah kita juga dapat
mencari pokok permasalahan jika mengalami kesulitan dalam mengerjakan sesuatu.
Seperti, ketika kita sedang menjumpai beberapa kata ilmiah yang asing
terdengar, pastilah aplikasi kamus ilmiah sudah menemani anda dalam memahami
kata sulit tersebut. Seseorang yang tersesat pun tidak lagi bertanya melainkan
ia hanya perlu membuka aplikasi Google maps. Seorang ojek pun mencari penumpang
dengan aplikasi Gojek. Berbelanja pun tak lagi pergi jauh ke mall kita hanya
membelinya di aplikasi shopee. Dari pola hidup seperti ini manusia menjadi
makhluk yang pemalas. Manusia yang hakikatnya pekerja keras, pantang menyerah
kini kian merosot dikarenakan teknologi yang mengiming imingi di setiap
kegiantannya. Teknologi pun bisa berubah fungsi jika dimanfaatkan oleh anak
dibawah usia dini, karena mereka akan memanfaatkan teknologi smartphone menjadi
arena bermainnya. Dan bisa berakibat fatal jika tanpa pengawasan orang tua,
sehingga orang tua harus cerdas memberi sesuatu untuk mengisi waktu luang anak.
Tidak seharusnya gadget diberikan cuma-cuma hanya karena sayang terhadap anak.
Permainan gadget pun bisa mempengaruhi kejiwaan sang anak, karena seorang anak
yang bermain ketika menjumpai adegan game yang sulit diatasi, anak tersebut menjadi
pemarah dan mengeluarkan kata-kata kotor.
Tugas orang tua yang seharusnya mendidik, kini sang anak pun menjadi
liar hanya karena hadiah yang mereka berikan terhadap anak. Teknologi pun bisa
menjadi kasus penculikan, karena seseorang yang memanfaatkan Facebook
berkenalan dengan korbannya dan ia langsung meculiknya ketika korbannya
lengah. Oleh karena itu teknologi itu
layaknya api. Ketika kecil menjadi teman dan besarnya pun menjadi lawan, artinya
jika seseorang yang memnafaatkan teknologi tersebut terdapat di tangan orang
yang salah, maka hasil negatiflah yang didapat dari pemakaiannya tersebut. Dan
sebaliknya jika seseorang yang memanfaatkan teknologi tersebut terdapat di
tangan orang yang benar, maka hasil positiflah yang di hasilkan dari pemakaian
teknologi tersebut.
Komentar
Posting Komentar