pengalamanku menjadi''MANAGER''
pada saat pertama kali aku dilantik pada 22 mei 2016 di mushallah. di sana banyak dari bermacam macam departemen, mulai dari olah raga, keamanan, penerangan, kebersihan. Setelah sepulang dari pkl (praktek kerja lapangan) saya merasa ingin kembali lagi ketempat tersebut, karena di sana sangatlah bebas tanpa hambatan karena lokasi di tempatku tersebut berjarak sangat jauh dan terpencil. Departemen keamanan tidak menjangkau hingga tempatku berasal, hanya terdengar isu yang beredar bahwa tempatku akan dikunjungi oleh departemen tersebut dari warga sekitar. Kami selalu peserta pkl yang mendengar isu tersebut selalu was-was akan hal itu, sehingga barang yang dinilai melanggar oleh pondok akan disita dan tidak akan dikembalikan. Mendengar cerita dari beberapa temanku, banyak yang terazia oleh departemen keamanan beserta problematika saat terjadinya kegiatan itu. Ada yang kepergok dijalan saat menggunakan ponsel, ada yang bertanya kepada seorang peserta pkl saat bertemu dijalan untuk diantarkan ke lokasi tempat pkl. Ada pula yang bertanya kepada warga sekitar tempat lokasi peserta pkl. Ada seorang teman bernama yazid terjaring razia saat bertemu di jalan dan memintanya untuk diantarkan ke lokasi tempatnya berasal. Dengan mengendarai sepeda motor Mx King ia berjalan dengan maksud memberi tahu pengurus itu dengan membuntutinya tepat di belakang temanku. Ketika melintasi pertigaan, temanku langsung berbelok ke kanan dengan kecepatan tinggi karena dirasa pengurus tersebut  tidak akan mampu mengejarnya karena sepeda keduanya berbeda jenis. Pengurus tersebut berboncengan sedangkan temanku hanya seorang diri. Jalan yang dilalui temanku adalah akses menuju jalan raya dan bertentangan dengan instruksi dari pengurus tersebut. Ia pun lolos dari kejaran pengurus. Karena dirasa aman temanku pun kembali ke lokasi tempatnya berasal. Kasus tersebut menjadi viral di angkatanku dan temanku menjadi buronan pengurus tersebut. 
     Tempatku terletak di kecamatan sambeng, desa kandangan kabupaten Lamongan. Pertama kali datang aku mengunjungi rumah milik kepala desa. Di sana kami disuguhi hidangan dan diceritakan bahwa kepala desa memiliki keluarga yang tak jauh dari rumahnya. Lalu kami bergegas menuju rumah tersebut. Rumah yang dituju tersebut berjarak 200m dari rumah kepala desa. Sesampai di sana, kami disambut oleh seorang berperawakan tua dengan daster batik berwarna coklat dan kulit yang tidak menunjukkan muda lagi. yang rombongan tempatku pertama kali di mushalla lantai 2,disana banyak teman teman ku yg baru datang.waktu demi waktu berlalu dan tak terasa aku menjadi seorang sapu jalanan.ketika aku berdinas yg terletak dikomplek al maliky yg berdekatan disebelah koperasi.kegiatanku pun sangatlah sepele,karena hanyalah menyapu dan mengaji,berkuliah.akan tetapi semua itu sangat berat kulalui ketika aku sedang bersinas.karena tempatku berpindah pindah.dari segi lain aku yg tinggal di radio station yg tempatnya sangat ''WOW''.membuatku lupa akan daratan,tetapi semua itu aku kurangi sedikit sedikit walaupun itu berat.menjadi seorang sapu jalan ternyata gampang gampang susah,karena menyapu dan setelahnya membuang sampah dan bebannya pun sangat berat,kebayang kan seberapa beratnya?dan rintangannya naik turun bukit sehingga aku pernah menginjak ranjau seperti beling kaca dan benda benda yg tajam.tapi semua itu kulalui dengan niat yg ikhlas karena beliau.ketika aku mengambil tindakan sangatlah linglung,karena aku bertempat di maliky yg dahulu adalah kampung halamanku,aku harus menghukum teman ku sendiri.oleh karena aku tidak terlalu berat menjerat pasal hukuman yg ku vonisdari sisi lain aku dahulu adalah termasuk santri yg menderita,karena digundul setiap hari.dan ketika aku berdinas menakhim seorang santri,tugasu hanyalah membacakan teks dari selembar kertas jasus,lalu yg menghukum adalah temanku.hukum manyg di vonis temanku tidaklah berat,tergantung kepada tingkat pelanggaran si pelanggar.mulai dari menulis surat alqur'an, membaca alqur'an dan yg terberat yaitu digundul.dan banyak yg beranggapan bahwa seorang sapu jalanan sangatlah mulia karena tugasnya yg menyapu mereka juga membantu pembangunan.ada juga yg beranggapan bahwa saorang sapu jalanan adalah seorang santri buangan yg tidak mempunyai skill apa apa.tapi itu semua aku terima dengan lapang dada,karena ikhlas dari anda halal buat kami.ehh karena kita mendapat rating dari semua tugas kita.banyak bermacam macam makian dari teman temanku mungkin dia lebih ganteng dari aku.makian tersebut bervariasi mulai dari''ERONG OMBO'',''EEHH AKU KESEDOT ERONGMU''.tapi semua itu ikhlas ku terima dengan lapang dada.mulai dari itu aku tidak betah berada di kantor,suatu saat aku dicari oleh temanku karena tidak pernah terlihat di kantor.jadi seorang sapu jalanan itu harus siap siaga karena sewaktu waktu dipanggil untuk melakunkan pembenahan yg ada dilingkungan pondok.dan tak hanya menyapu saja aku juga menjadi pengurus kamar kelas 2 almaliky,dan mereka juga perlu bimbingan seorang pengurus.seperti menyimak alfiyah selalu ada dikamar untuk mengawasi para santri.jangan lah bermalas malasan tuk mengabdi,jikalau bermalas malasan niscaya rating anda jelek otomatis tidak lulus pengabdian.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Santri Bandel Berkarakter

essay