Apbn didepan mata
Mahasiswa
Sebagai Seorang Akademisi Yang Membangun Management Perekonomian Bangsa.
Seorang
yang bergelut dengan tugas dan mata perkuliahan selama 4 tahun yaitu mahasiswa.
Seorang yang sudah menyandang gelar akademisi sesuai fakultasnya adalah mereka
yang menamatkan perkuliahan selama 4 tahun. Nama maha pun tak asing kita
dengarkan, julukan itu diberikan atas apa yang dituntutnya dari jenjang sekolah
dasar hingga perguruan tinggi. Tak heran mahasiswa yang kritis merupakan
seorang yang mencerminkan sikap mahasiswa sejati. Buku yang mereka kaji pun
sangatlah banyak sehingga meansednya dibekali dengan bermacam macam ilmu yang
menututnya perfikir kritis. Diskusi pun dijalankan sebagai aktivitas mahasiswa
yang berpengetahuan luas, serta dengan kegiatan tersebut mereka bertukar
pikiran sehingga cara berpikir bebas pun terbuka dari adanya diskusi tersebut. Seorang
penulis bernama Pramoedya AnataToer berpendapat tentang seorang terpelajar
dalam karangannya yang berjudul BUMI MANUSIA bahwa "Seorang terpelajar
harus juga berlaku adil sudah dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan." Jadi
beliau berpendapat bahwa seorang terpelajar sudah harus dihiasi dengan akhlak
dan juga berlaku adil dalam bertindak, bukan soal pemilihan caleg yang mengarah
pada mereka yang berfinancial tinggi hingga keadilan terabaikan. Maka makna
adil pun sangat intens dalam membangun negeri, bayangkan kalau Negara mempunyai
kepemerintahan yang tak adil? Jelas ideologi Negara yang berbunyi keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia takkan terujud. Bahkan ternodai melihat
kinerja pemerintah yang menyalahi aturan. Maka dari itu kita butuh pemerintah
yang adil dalam segala konteks. Maka mahasiswa yang santri pun turut hadir
menghiasi Negara.
Dengan pengalaman dari berbagai jaringan yang
ia jalin menjadi tolak ukur mereka ketika kelak ikut serta membangun bangsa.
Ketika seorang mahasiswa merasa kesejahteraan terbaikan, turun jalanlah menjadi
keputusan mereka. Mahasiswa tak hanya berpengetahuan umum saja, mereka yang
menempuh di perguruan tinggi yang berbasis pesantren pun sudah pasti dibekali
aqidah serta akhlaq yang mebuat mereka was-was akan apa yang ia kerjakan.
Inilah yang menjadi keunggulan mereka sehingga kelak menduduki tahta yang
beroprasi disektor keuangan. Mereka pun sebagai aset yang menjadi tanggung
jawab negara tuk memberi peluang hingga mereka
terus menutut ilmu. Banyak orang lulusan perguruan tinggi telah
membuktikannya di berbagai sektor, mulai dari mentri BUMN, Mentri Perhubungan,
Mentri Keuangan, dll. Mahasiswa juga memperdulikan sekitarnya, banyak cara yang
mereka susun hanya karena ingin mensejahterkan rakyat. Hingga kini perspektif
warga kepada mahasiswa menjadi positif. Itulah menjadi pendorong mahasiswa tuk
menaiki tahta kepemerintahan.
Melihat devisa pengekspor kelapa sawit termasuk
dalam kategori pemasok terbesar, maka kita sebagai pensupply harus
meningkatkan perkebunan kelapa sawit. Ketika kelak perkebunan meningkat, maka
pendapatan dari devisa Negara pun meningkat drastis. Devisa pun juga didapat
melalui wisatawan mancanegara, jadi kita sebagai tuan rumah yang kaya akan
wisata dan rempah rempahnya harus memperbaiki fasilitas yang menjadi daya tarik
wisatawan mancanegara dan memperbaiki pelayanan untuk wisatawan macanegara.
Siapa yang tak terkesan mendapat pelayanan dan fasilitas bagus? Sehingga mereka
berkenan berkunjung kembali. Warga indonesia harus menanamkan sifat cinta tanah
air, bahkan mereka sampai mecintai produk sendiri. Sehingga sifat konsumtif
dapat berkurang sedikit demi sedikit. Seakan relasi sandang dan pangan kita
dengan negara lain sudah terpenuhi. Inflasi pun menurun. Membuka inovasi dagang
terbaru yang dikelola BUMN, seperti perusahaan kendaraan listrik yang
dikembangkan oleh mahasiswa teknik, sehingga sifat konsumtif seorang yang telah
memadati jalan raya di sore hari menjelang malam seakan penasaran dengan produk
yang ditawarkan oleh BUMN. Timbal balik pun terjalin antara bangsa dan warga
melalui pajak yang dikeluarkan oleh pengguna mobil listrik tersebut. Membina
mahasiswa yang mempunyai skill dalam sektor teknologi. Sehingga produktivitas
meningkat dengan adanya mahasiswa yang mempunyai skill teknologi. Ketika semua
program telah teratasi, pendapatan pun mulai meningkat sehingga indonesia pun
mampu bersaing dengan negara maju lainnya. Serta belajar banyak dari sistem
perekonomian sekitar. Fasilitas Negara pun terpenuhi demi mensejahterakan
masyarakat melalui pajak yang dipungut dari program yang disusun sedemikian
rupa, dampak baik pun diperoleh tak hanya masyarakat melainkan Negara pun
meliputinya. Gaji guru honorer pun teratasi berkat program diatas. Pelajaran
demi mencerdaskan anak bangsa pun dapat terwujud sebagai generasi kaum
terpelajar selanjutnya. Itulah amanat yang menjadi beban sesungguhnya ketika
kelak menduduki tahta kepemerintahan. Karena mahasiswa adalah agent of change.
Komentar
Posting Komentar